Yang Paling Hina.

Laki – laki itu

Duduk menekuk

Mengepul rokoknya

Berharap asap mampu menyembunyikan dirinya

Dari dunia

 

Masih terpekur, memainkan pandangannya

“aku menunggu anakku”

Mengapa kau tak masuk rumah gedong itu?

“aku malu, tak cukup terpandang diri untuk masuk ke dalamnya”

Ah, rumah gedong itu milik semua orang

“milik semua orang yang bukan sepertiku”

 

Tidak, bahkan rumah gedong itu milikmu, dia akan memberikan pakaian pada orang yang tidak berpakaian, dia akan memberikan makan pada orang yang lapar, bahkan dia juga akan mengunjungi orang yang dipenjara.

 

“aku sudah mencoba masuk, bahkan aku sudah duduk dalam kemegahannya, tidak ada baju untukku, tidak ada makanan untukku”

 

Diam. Sunyi. Sepi.

 

vivian-maier-poor-man-of-the-street-eating-new-york-1959-1024-postbit-2268

photo credit : allpics.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s