Memilih Jalan Sunyi.

Riuh rendahnya, gelak tawanya menggoda raga.

Melebur di dalamnya adalah sebuah keindahan.

Jatuh bersamanya menyaji beribu kenikmatan.

Ahhh….sungguh tak terkira rasanya.

 

Di satu sudut remang.

Jiwa tersisih diantara puja puji.

Hati merintih dalam perih.

Sungguhkah ini kebutuhan diri.

Atau sebuah ironi.

 

Sang Agung berbisik.

“Ssssstt….berdiamlah…

Banyak makna tak teraba,

Banyak cinta tak tersapa

Terlalu sulit kau mendengar, anakKu….”

 

Terperangah.

Terlalu lama, sungguh terlalu lama.

Mengenggam kebenaran diri.

Berbungkus kepongahan.

Dan tepukan di dada.

 

Saatnya aku pulang.

Menempuh jalan sunyi.

 

walking-away1

photo credit : linkedin.com

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s