Manusia Penghina Tuhan.

Bunga bakung tak harus bangun pagi dan ribut menghias diri, sang Agung selalu bersiap menghias setiap lekuk cantiknya.Bunga rumput yang esok dibuang ke api, tak luput dibelai berhias cinta di hati.

Burung pipit, burung layang – layang tak pernah resah gunanya menanya apa makan-nya, bahkan rumahhnya diberi dengan rasa nyaman, tempatnya menaruh badan dan bersembunyi dari gelap malam.

Manusia, sibuk menelikung sesamanya. Meremehkan sang pencipta tak mampu adil membagi makanannya. Manusia, ribut mematikan sesamanya, menghina sang pemilik nyawa tak mampu menjamin isi perutnya.

Apa yang kan dikejar, kalau nyawa sudah antri berjajar?

e5b861829ce3d6084ed1c59e0bbfbd60

photo credit : pinterest.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s