Alergi Dan Food Combining

Keponakan saya yang di Solo, Aiko namanya. Beberapa waktu lalu, ponakan saya ini sering banget gatal – gatal di badannya. Kalo sudah gatal dan jadi bentol, duh…kasian liatnya. Tiap kali bentol, dibawa ke dokter, minum obat, bentolpun ilang tapi nanti timbul lagi. Dokter bilang gatalnya karena alergi, selama pencetus alergi-nya ngga dibereskan, maka akan terus hilang timbul.

Sampe beberapa minggu kemaren, orang tuanya, yang adalah kakak saya mencoba menerapkan pola makan FC. Ngga cuma ke anaknya, tapi mereka berdua juga melakukannya, keren khan, si anak ngga merasa “berjuang” sendirian. Kedua orang tuanya ikut makan buah, ikut minum jus sayur, ngga lagi makan camilan ngga sehat, stop minum manis, termasuk teh manis yang sebelumnya jadi minuman rutin, stop susu dan turunannya, terigu dan turunannya dan sementara masih berusaha mengurangi drastis protein hewani.

Kemarin ketemu mereka dalam rangka main ke Salatiga. Denger cerita langsung bagaimana perjuangan mereka, wow…saya sungguh salut dan terharu. Ponakan saya ini, dengan sukarela, tanpa “memberontak” melakukan apa yang diarahkan ortunya dengan manis. Pagi cuma makan buah, rajin minum jus sayur, ngga lagi minum susu, ngga makan lagi snack pabrikan. Hebat kan, untuk anak 6 tahunan yang lingkungannya rame dengan produk pabrikan.

Ponakan saya masih berjuang untuk pulih. Terkadang masih timbul bentolnya, tapi ukurannya jauuuuhh lebih kecil dan tidak menyebar, hanya satu dua tempat saja. Kemajuan yang luar biasa dan layak disyukuri.

Demi kenyamanan psikis-nya juga, ada saat dimana dia diberikan kesempatan untuk makan “agak nakal”, dan kerennya lagi, dia sekarang bisa paham makanan apa saja yang bikin bentol – nya dateng lagi tanpa orang tuanya harus melarang – larang. Kalo dia ngga tau makanan itu aman atau nggak, akan nanya dulu ke ortunya “ini bikin adek sakit ngga?” Seperti yang di foto, adalah hasil makan nakal kemarin di Salatiga hehehe…

Yuk ah, teman – teman, khususnya ortu yang lagi berjuang untuk kesembuhan masalah kesehatan anaknya, boleh contoh semangatnya Aiko dan orang tua-nya, jangan cuma menerapkan aturan saja, tapi mendukung dengan ikut berjalan bersama.

Salut untuk kedua kakakku dan Aiko…semangat, iman, pengharapan mereka. God Bless You.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s