Food C0mbining

IMG_20160324_100056Mengapa Food Combining

Karena dari semua pola makan sehat, Food Combining adalah pola makan yang menyesuaikan dengan ritme tubuh dan kebutuhan nutrisi manusia.

Apa Dasar Pengaturan Pola Makan Food Combining

Berdasarkan Ritme Sirkardian atau ritme tubuh berdasarkan perputaran bumi, menyesuaikan organ cerna dengan waktu tubuh manusia bangun dan beristirahat. Terbagi atas 3 pengaturan waktu yaitu

  • 00 – 12.00 Waktu Pembersihan Tubuh
  • 00 – 20.00 Waktu Cerna
  • 00 – 04.00 Waktu Penyerapan

Tujuan Pola Makan Food Combining

Keseimbangan asam dan basa tubuh. Dimana kondisi asam menjadi magnet beragam penyakit, sedangkan kondisi netral cenderung basa, tubuh akan mampu melawan dan menyembuhkan penyakitnya sendiri.

Bagaimana Pengaturan Pola Makan Food Combining

Pukul 04.00 – 12.00       Waktu Pembuangan

  • Pagi bangun tidur saat mulut masih kering, pertama kali yang diminum adalah air hangat dengan perasan jeruk nipis. Mengapa jeruk nipis, karena jeruk nipis mempunyai beragam kandungan yang sangat baik untuk organ liver/hati. Minum jeruk nipis di pagi hari sesaat setelah bangun tidur memberikan hadiah terbaik bagi liver karena liver sudah bekerja keras semalaman membersihkan beragam racun dari tubuh kita. Mengapa air hangat dengan perasan jeruk nipis? Karena air hangat merangsang enzim – enzim tubuh untuk lebih aktif bekerja. Jeruk nipis dapat digantikan dengan jeruk lemon. Jeruk nipis juga merupakan obat yang sangat baik untuk penderita asam lambung maupun Gerd, meski jeruk nipis terasa asam di mulut namun sifatnya basa ringan di lambung. Jadi tidak usah kawatir, anda hanya perlu memperhatikan bagaimana cara minumnya, yaitu, minum dengan perlahan – lahan, setiap tegukan tahan lebih dulu di mulut kurang lebih 2 – 3 detik, baru ditelan, begitu seterusnya sampai habis. Untuk pemula, gunakan setengah dari jeruk nipis untuk 1 gelas air hangat dengan gelas ukuran kurang lebih 250cc. Jeruk nipis dapat diganti dengan jeruk lemon.
  • Selanjutnya, kurang lebih 15 – 30 menit setelah minum perasan jeruk nipis, mulailah dengan sarapan buah. Mengapa buah? Karena pukul 4 pagi – 12 siang masih masuk dalam waktu pembuangan, dimana tubuh sedang bekerja keras membersihkan dan mengeluarkan racun dari seluruh tubuh. Saat ini tubuh sedang memerlukan energi dan enzim yang besar untuk melakukan tugas pembersihan, karena itu jangan menambah beban tubuh dengan makan makanan yang berat. Jika kita makan makanan yang berat di pagi hari, tubuh akan sangat kelelahan dan terbagi konsentrasi-nya antara melakukan tugas pembersihan dan mencerna makanan yang berat. Hal ini juga menjadi dilema karena di pagi hari-pun tubuh memerlukan energi untuk beraktivitas. Karena itu buah menjadi pilihan utama untuk sarapan di pagi hari, selain kaya nutrisi, buah juga merupakan makanan yang ringan serta membawa enzim sendiri untuk dicerna, sehingga sama sekali tidak memberatkan pencernaan. Namun karena ringan sifatnya, buah juga membuat kita mudah lapar. Solusi-nya adalah ketika lapar makan buah kembali, begitu terus sampai setengah jam menjelang makan siang. Karena itu untuk kita yang bekerja dan beraktivitas di luar rumah, perlu membekali diri dengan buah – buahan yang mudah kupas. Sebisa mungkin buah dikupas dan segera dimakan, untuk menghindari oksidasi buah sehingga tidak ada manfaatnya lagi bagi tubuh. Untuk mengatasi kebosanan, selain dipotong, buah juga dapat dihaluskan menjadi segelas jus buah murni, tanpa gula atau tambahan perasa lain.

Pukul 12.00 – 20.00       Waktu Cerna

  • Makan Siang

Setengah jam sebelum makan siang, berhentilah makan buah, agar sistem cerna mempersiapkan diri untuk menerima makanan berat. Dalam food combining pada dasarnya tidak ada larangan makanan tertentu, penekanannya adalah dalam kombinasi jenis makanannya sehingga makanan mampu dicerna tubuh dengan maksimal dan tidak meninggalkan keasaman di dalam darah.

Prinsip dasar makanan berat adalah sebagai berikut:

  • Karbohidrat/Pati + Protein Nabati + Sayuran
  • Protein Hewani + Sayuran

Mengapa demikian? Karena Karbohidrat tidak dapat dicerna bersamaan dengan protein hewani. Karbohidrat dan Pati dicerna oleh enzim amylase yang dihasilkan oleh air liur, sedangkan protein hewani dicerna oleh enzim pepsin di dalam sistem cerna. Kedua enzim tersebut tidak dapat bekerja bersama-sama, enzim amylase akan berhenti bekerja jika bertemu dengan enzim pepsin sehingga karbohidrat tidak dapat dicerna dengan sempurna. Sisa – sisa karbohidrat yang tidak tercerna dengan sempurna tersebut akan mengendap di sistem cerna dan dalam jangka pendek dan panjang akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Protein Hewani + Sayuran adalah kombinasi yang serasi, karena protein hewani adalah pembentuk asam, sedangkan sayuran segar adalah pembentuk basa, sehingga dapat meminimalkan pengaruh buruk protein hewani.

Mengapa harus selalu ada sayuran terutama sayuran segar dalam setiap ritual makan? Karena sayur segar adalah pembentuk basa yang sangat baik, sehingga kondisi PH darah akan terjaga di kondisi normal cenderung basa.

  • Kudapan Sore
  • Jika makan siang Protein Hewani + Sayuran, kudapan sore bisa berupa makanan yang netral, misalnya jus atau salad sayuran segar. Sayur yang sangat dianjurkan untuk kudapan sore adalah Alpukat, dimakan.di jus tanpa gula maupun susu. Alpukat kaya akan lemak baik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
  • Jika makan siang Pati + Sayuran, kudapan sore bisa kudapan pati (bubur kacang hijau/pisang rebus)
  • Kudapan sore bisa juga diselingi dengan segelas teh rempah. Teh rempah disini bukan berarti segelas teh, namun segelas air mendidih dengan ditambah 1 jenis rempah yang ada di dapur kita. Misalnya saja, potongan kunyit segar, sepotong kayu manis, sejumput adas, beberapa biji bunga tempayan, atau rempah apapun di dapur kita. Dapat juga dedaunan berkhasiat yang ada di sekitar kita, misalnya sepotong serai segar, daun salam segar, daun mangga atau juga daun sirsak. Yang perlu diingat adalah jangan minum teh rempah yang sama terus menerus, selain menimbulkan penumpukan zat tertentu di dalam tubuh kita yang berakibat tidak baik bagi organ ginjal, hal tersebut juga bisa menjadi indikasi food teraphy yang sudah berbeda arahnya dengan pengaturan pola makan sehat.
  • Makan Malam

Makan malam sebisa mungkin dilakukan 2 – 3 jam sebelum tidur, sehingga ketika masuk di masa penyerapan tubuh sudah selesai melakukan cerna makanan. Makan malam sama aturannya dengan makan siang, yaitu padu padan yang tepat antara karbohidrat dan protein. Sangat disarankan makan malam tidak berupa protein hewani, mengingat masa cerna protein hewani bisa mencapai 4 jam sehingga sangat sering ketika memasuki masa serap, tubuh masih bekerja keras mencerna protein hewani.

Makan malam adalah sesuatu yang WAJIB dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan, mengapa? Karena pada masa serap tubuh juga bekerja memperbaiki sel – sel yang rusak, proses perbaikan energi ini membutuhkan nutrisi dari makanan. Selain itu dengan makan malam, tubuh memiliki energi untuk esok hari sebagai cadangan energi ketika tubuh hanya menerima makanan ringan berupa buah – buahan.

  • Jika masih memungkinkan, tutup hari dengan segelas jus sayur segar, tidak perlu sayuran yang mahal dan sulit didapatkan. Gunakan sayuran yang ada di sekitar kita, yang mudah didapatkan. Misalnya wortel, tomat dan sayuran hijau lain, kombinasikan 2 -3 sayuran segar setiap kali dan padu padankan secara berbeda setiap hari.

Pukul 20.00 – 04.00       Waktu Serap

Adalah waktu dimana tubuh mengadakan penyerapan terhadap sari makanan yang sudah dicerna, selain itu tubuh mengadakan perbaikan dan penggantian sel – sel yang rusak. saat tubuh sudah memasuki masa serap, tubuh harus diistirahatkan agar penyerapan, perbaikan atau pergantian sel bisa dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu tubuh harus dalam kondisi rileks total atau tidur lelap. Terutama bagi kita yang menderita penyakit, kedisiplinan tidur malam harus sangat diperhatikan, karena untuk menyembuhkan penyakit, tubuh akan memperbaiki dan mengganti sel – selnya di masa serap ini. Jangan membebani proses ini dengan masih terjaga, tubuh yang terjaga membutuhkan energi yang besar sehingga masa penyerapan akan terganggu. Tidur malam harus dilakukan antara pukul 21.00 – 22.00.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pola makan Food Combining

  • Kunyah makanan sebanyak 30 – 70 kali, termasuk untuk makanan lembut, misalnya bubur atau jus. Mengapa? Mengunyah makanan sampai lembut, selain meringankan tugas sistem cerna, juga memberikan kesempatan makanan bercampur dengan enzim pencernaan yang ada di air liur. Makanan yang lembut akan mudah diserap oleh usus halus untuk mendapatkan manfaatnya dengan maksimal. Ini berlaku untuk semua jenis makanan termasuk buah dan makanan lembut.
  • Jangan mendorong makanan dengan air karena akan membuat lambung dipenuhi oleh air yang akan melarutkan asam lambung yang sedianya berfungsi menghancurkan kuman atau bakteri yang mungkin terbawa oleh makanan. Ini berlaku juga setelah kita makan, jangan langsung minum terlalu banyak, minumlah secukupnya hanya untuk membersihkan rongga mulut dan kerongkongan. Setelah 2 – 3 jam silakan minum secara normal kembali.
  • Jangan melupakan konsumsi air. Tubuh kita ¾-nya terdiri dari air. Kekuarangan air akan mendorong PH tubuh ke sisi asam. Minumlah air sebelum rasa haus menyerang karena sebenarnya ketika rasa haus menyerang, tubuh kita sudah pada level akhir kekurangan cairan. Tubuh manusia secara umum memerlukan 2 – 3 liter air setiap harinya. Ukuran tersebut semakin berkurang untuk manula dan berbeda juga untuk manusia dengan tingkat aktivitas yang tinggi dimana sangat menguras cadangan air di tubuh. Jangan berpikir bahwa keperluan air yang demikian dibagi – bagi dalam berbagai cairan yang masuk ke tubuh kita, misalnya air dari buah-buahan atau air dari kuah sayur misalnya. Takaran air 2 – 3 liter tersebut benar – benar murni HANYA AIR PUTIH BERKUALITAS BAIK. Minumlah secara bertahap kurang lebih 250 – 300 cc setiap kali minum, karena ginjal manusia yang hanya seukuran kacang merah itu hanya mampu memproses cairan kurang lebih sebanyak itu setiap periode kerja. Jangan memasukkan cairan berlebihan dalam sekali minum karena akan membuat kerja ginjal menjadi berat.

Beberapa Pertanyaan Seputar Pola Makan Food Combining

  • Apakah pola makan ini mampu menyembuhkan penyakit, karena banyak testimoni yang mengatakan demikian? Yang perlu dipahami, pada dasarnya tubuh yang sehat akan mempu menyembuhkan penyakitnya sendiri. Saat tubuh diberi nutrisi yang benar, maka tubuh tidak melulu berkonsentrasi mengolah makanan, sehingga fokus tubuh akan dialihkan pada kegiatan penyembuhan.
  • Berapa lama harus melakukan pola makan ini agar tubuh mampu menyembuhkan diri sendiri? Pada dasarnya pola makan food combining bukanlah tongkat ajaib yang menjadikan kita tiba – tiba menjadi sehat. Tubuh yang sudah berpuluh tahun mempunyai pola makan yang salah, pasti akan membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri. Yang penting adalah konsisten melakukannya dan membuat pola makan ini menjadi gaya hidup bukan sebagai sarana untuk tujuan tertentu, misalnya ingin sembuh dari penyakit, ingin gemuk atau ingin kurus. Dalam food combining, berat badan-pun tidak menjadi tolak ukur manusia disebut sehat. Yang pasti tubuh yang sehat akan menentukan berat idealnya sendiri.
  • Bagaimana dengan orang yang tidak menyukai sayur dan buah, apakah pola makan ini bisa diterapkan? Sayur dan buah adalah bintang utama dalam pola makan ini. Bagaimanapun jika kita ingin sehat, ubahlah pola pikir yang mengatakan “ saya tidak suka buah A, saya tidak suka sayur D…dll”. Tubuh manusia dirancang sangat mudah beradaptasi, mungkin pada awalnya akan terasa aneh dan tidak enak, namun sejalan dengan pola pikir yang sudah berubah, kita akan dibuat takjub dengan perubahan – perubahan pada indera perasa kita.
  • Mengapa dalam Food Combining harus selalu ada sayuran segar sebagai pendamping makan? Sayuran segar kaya dengan enzim, yang akan membantu mencerna makanan, sehingga tubuh bisa berhemat menggunakan enzim pangkal bawaan tubuh. Selain itu sayuran segar adalah pembentuk PH basa sebagai penyeimbang makanan lain yang bersifat asam. Untuk menghindari kebosanan dan menghindari penumpukan zat yang sama di dalam tubuh, variasikan jenis sayuran dan gunakan sayur yang berbeda setiap hari.
  • Bagaiamana mengatasi dampak pestisida pada buah dan sayur? Selalu cuci dan kupas buah – buahan, usahakan mengkonsumsi buah lokal, untuk mendapatkan kesegaran dan keamanan dari beragam zat pengawet. Sedangkan sayuran, jika memungkinkan gunakan sayuran organik, jika harga sayuran organik dirasa memberatkan, tidak mengapa menggunakan sayuran non organik, hanya perhatikan cara mencucinya. Cuci sayuran di air yang mengalir beberapa kali, jika perlu gunakan sikat yang lembut untuk membersihkannya. Cuci 2-3 kali selanjutnya gunakan larutan garam untuk merendam sayur selama kurang lebih 5 menit, dan bilas kembali dengan air mengalir. Potong dan cuci sayuran sesaat sebelum dikonsumsi. Jika ada dana berlebih, perendaman sayuran bisa menggunakan cuka apel yang dapat dibeli di apotek.
  • Mengapa ketika pertama menjalankan pola makan food combining, tubuh mengalami masalah – masalah seperti diare, lemas, pusing, mual bahkan muntah? Karena tubuh sedang mengadakan mengalami healing crisis, membuang racun tubuh yang selama ini tertimbun di dalam tubuh karena pola makan yang salah. Terus lakukan pola makan dengan konsisten, jangan lupa perhatikan cara makan dan asupan air. Tidak perlu obat untuk mengatasi healing crisis ini, karena sekitar 3 – 4 hari tubuh akan menyesuaikan diri.
  • Ada yang mengatakan dalam pola makan food combining, kita memiliki 1 hari bebas untuk makan tidak sesuai aturan? Ya, untuk tubuh yang sehat silakan mengambil 1 hari bebas dalam 1 minggu untuk makan tidak sesuai aturan. Ketika merencanakan untuk makan tidak sesuai aturan, tetap mulailah hari dengan segelas air hangat dengan jeruk nipis dan sarapan buah. Jika memilih makanan dengan protein hewani, lakukan di siang hari, dan wajib minum jus sayur sebagai penutup hari. Hal ini tidak berlaku untuk pelaku food combining yang menderita penyakit tertentu. Maksimalkan melakukan food combining sampai keadaan tubuh benar – benar membaik.
  • Dalam food combining apakah tidak boleh mengkonsumsi terigu dan turunannya, susu dan turunannya, gula dan turunannya, teh, kopi, dan susu? Ya, karena semua jenis makanan itu dalam jangka panjang sangat memboroskan kerja enzim pencernaan dalam pengolahannya. Selain itu susu dalam bentuk apapun sebenarnya tidak mampu dicerna oleh tubuh manusia karena tubuh manusia tidak mempunyai enzim lakstosa untuk mencerna susu. Enzim ini hanya dimiliki oleh bayi dan akan menghilang secara cepat ketika manusia menginjak usia 2 tahun. Mengenai dampak buruk teh, kopi dan terutama susu saat ini sudah banyak dikupas di berbagai media. Silakan mengkonsumsi-nya sesekali saja tidak sebagai kebutuhan harian yang selalu harus dipenuhi.
  • Mengapa setelah menerapkan pola makan Food Combining, tubuh saya malah menjadi sensitif terhadap pola makan yang salah? Itu adalah perkembangan baik yang menandakan alarm tubuh mulai peka dan bekerja. Ibarat kita memiliki sebuah ruangan yang rajin kita bersihkan, kita akan merasa tidak nyaman ketika melihat seonggok sampah di ruangan itu.

Sumber Buku dan Infomasi tambahan:

  1. Food Combining Itu Gampang, Erikar Lebang, Gramedia Pustaka
  2. Terapi Enzim, Hiromi Shinya, MD, Gramedia Pustaka
  3. Saya Pilih Sehat dan Sembuh, dr. Tan Shot Yen, Dian RakyatI
  4. Grup Facebook FOOD COMBINING INDONESIA dan SEHAT DENGAN FOOD COMBINING
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s